Website kami akan datang segera! Kami punya tampilan baru, penuh fitur dan menyesuaikan solusi untuk memenuhi semua kebutuhan kain memproduksi kebutuhan. Sementara itu merasa bebas untuk berinteraksi dengan jaringan sosial kita dan kontrak di bawah ini, Jangan Lewatkan itu!

Mengenal Kain Printing

Share

Printing/ cetak merupakan proses dekorasi sebuah kain dengan menerapkan pigmen, celupan, atau material lainnya yang berkaitan erat dengan motif. Walupun sebenarnya dikembangkan dari kain printing manual, metode tersebut merupakan sesuatu yang antik. Ada bukti yang menunjukkan bahwa teknik printing telah diperkenalkan dari India sekitar abad ke-4 SM, kemudian penemuan printing blok diperkirakan sekitar tahun 300 M waktu menggali kuburan Akhmin di  Mesir Selatan. Kain bermotif era pra-Columbus ditemukan di Peru dan Meksiko. Kain printing telah menjadi sesuatu yang amat mutakhir serta melibatkan ketrampilan dari para seniman dan desainer.

Ada empat metode utama untuk kain printing, yakni: block, roller, screen, dan heat transfer. Dari setiap masing-masing metode, pengaplikasian warna, umumnya berupa pewarna pekat, dilanjutkan dengan fiksasi, biasanya dengan pengukusan atau pemanasan, kemudian pembersihan warna yang berlebih dengan cara dicuci. Model printing dikelompokkan sebagai printing direct, printing discharge, atau printing resist. Dalam printing direct, pewarna akan dicetak langsung pada kain. Untuk printing discharge, kain akan dicelup dengan warna dasar yang akan ‘dihapus’ dengan suatu senyawa khusus yang terdapat dalam desain. Proses ini akan membuat desain putih pada latar berwarna, walaupun area yang diterapkan desain tidak sepenuhnya menjadi putih, namun menghasilkan warna yang lebih terang. Untuk printing resist, pertama-tama kain dicetak dengan zat yang disebut ‘pencegah’ melindungi area yang dicetak dari paparan warna. Ketika kain dicelup atau dilapisi pigmen maka hanya bagian yang tidak dilapisi zat tadi yang berwarna. Penerapan khusus dari metode ini menyerupai efek plissé, kemudian diproses dengan bahan soda panas.

1.     Block printing/ printing balok

Balok-balok kayu dipahat dengan desain tertentu, terbuat dari bahan kayu yang padat. Apabila  desain memerlukan area yang besar, balok-balok tersebut dibuat cekung dan diisi dengan lembaran wol padat. Garis tipis untuk desain biasanya dibentuk dengan kawat tembaga, maka efek lainnya timbul dari kawat tembaga yang disisipkan dalam lembaran wol tersebut. Agar hasil printing maksimal, setiap balok memiliki beberapa penanda di ujung yang disusun sebagai titik patokan dari motifnya. Kain dicetak pada meja yang dilapisi dengan beberapa ketebalan dari kain maupun selimut, lalu seluruhnya ditutup dengan lembaran tebal seperti mika. Kain yang akan dicetak dibentangkan di atas permukaan mika, direkatkan pada posisinya atau dicucukkan jarum pada kain lapisan bawah di meja tersebut. Pewarna dilapisi secara merata pada balok, dan motif dicap pada kain tersebut dengan pegangan seperti palu kecil pada balok agar mempermudah penempelan warna. Kemudian, warna dilapisi kembali pada balok dan prosesnya diulangi menggunakan titik patok untuk mendapatkan hasil yang presisi. Setelah seluruh permukaan kain telah dicetak dengan satu warna, warna-warna lainnya dikenakan dengan cara yang sama hingga desainnya tuntas. Meskipun block printing begitu memakan tenaga dan biaya keperluan komersil, beberapa kain dengan motif printing yang indah dihasilkan dengan cara ini.

metode block printing yang mirip dengan proses membatik dengan cara stamping

2.     Roller printing/ printing gulung

Metode ini dipakai setiap ada pengeluaran kain berukuran panjang yang perlu dicetak dengan desain yang sama. Mesin modern, menurut ide yang dicetuskan pada tahun 1783, tersusun atas silinder pusat berukuran besar yang melalui banyak lembaran karet tebal yang memiliki kemampuan elastis terhadap kain. Kain balikan, disebut sebagai balikan grey, terletak di antara lembaran-lembaran karet dan kain primer untuk mencegah terjadinya noda berlebih pada lembaran karet. Meskipun awalnya dibuat dari kain katun, kebanyakan kain balikan grey modern merupakan lilitan dari nilon. Sangat memungkinkan apabila lembaran karet dan balikan grey bersinggungan, maka kain bergerak melalui mesin saat silinder pusat berputar. Setiap warna pada gulungan printing,  menekan kain dan silinder pusat. Motif pada gulungan dicetak pada permukaan cangkang tembaga. Cetakan bermutu tinggi amatlah penting untuk hasil printing yang bagus. Setiap gulungan printing diperlengkapi dengan gulungan furnishing warna yang dapat berputar, sebagian dicelup dalam cairan pewarna. Pisau tajam khusus memotong pewarna berlebih dari area yang tidak dicetak pada gulungan-gulungan, dan masing-masing terdapat pisau benang. Kain printing melewati silinder utama dan melalui ruang pengering untuk mematangkan warnanya. Walaupun mesin hanya mencetak satu sisi kain saja, mesin gulung duplex, merupakan kombinasi antara dua mesin gulung, mencetak kedua sisi. Mesin printing modern merupakan mesin yang bekerja secara presisi dengan penahan gulungan yang dirancang sedemikian rupa  serta hidrolik untuk menjamin fleksibilitas dan tekanan yang merata. Tekanan diatur dari panel instruksi, dan setiap gulungan dikendalikan secara bebas. Registrasi otomatis dipengaruhi oleh control tombol elektromagnetis, dan motor elektrik modern memiliki pergerakan mulus, kecepatan gerak yang beragam. Pencucian kain balikan grey dan lembaran printer juga telah diatur secara otomatis.

mesin printing roll kain modern, kerap digunakan dalam industri manufaktur

3.     Screen printing/ printing layar

Printing layar cenderung menjadi pekerjaan menggunakan tangan atau proses mesin otomatis. Pertama-tama, kain diletakkan pada meja printing, dengan cara ditempel pada posisi atau dicucukkan dengan jarum pada kain balikan grey, kemudian desainnya ditempelkan melalui layar khusus yang terbuat dari sutra atau nilon yang direkatkan pada bingkai kayu ataupun logam, dan setiap desain untuk masing-masing warna telah dibuat. Selanjutnya layar diletakkan di atas permukaan kain yang telah dibentangkan di atas meja, memastikan motif akurat dan pas. Lalu pewarna dituangkan pada tepi layar dan dioles menggunakan rakel/ karet khusus ke seluruh permukaan sehingga warna menembus bagian yang terbuka. Layar digeser ketika salah satu warna telah ditempelkan pada kain. Untuk penempelan warna lainnya, proses yang sama diulangi menggunakan layer yang berbeda.
Dengan berkembangnya metode printing ini, proses menggunakan bantuan tangan kini beralih menjadi proses secara mekanis.

teknik mengoleskan warna pada screen khusus atau dikenal sebagai teknik sablon

4.     Heat transfer printing/ printing pemindahan panas

Kepopuleran kain polyester membawa perkembangan dalam konsep printing yang baru: printing pemindahan panas, yang dilakukan dengan cara menyiapakan printing motif di atas kertas dengan warna yang diatur sedemikian rupa. Kemudian kertas tersebut disisipkan pada kain di antara dua lipatan kain lalu diproses dengan mesin laminasi panas, lalu motif akan berpindah dari satu sisi ke sisi lainnya. Metode ini membuka peluang baru, misalnya proses produksi efek halftone.


Dalam hal printing tekstil, kepekatan cairan pewarna begitu penting, begitu juga kompabilitas antar komponen. Metode konvensional biasannya memakai penguat warna berbahan pati, getah karet, rumput laut, metil selulosa, dan natrium karboksimetil selulosa. Beragam cara pencelupan yang bisa dilakukan, termasuk cara langsung, mordan, dan pencelupan reaktif, seperti warna pigmen. Kebanyakan metode pencelupan dilakukan dengan cara pengukusan, per muatan atau berlanjut, contohnya: mencoba proses pengukusan waktu singkat menggunakan mesin yang kecil. Setelah itu, kain harus dicuci secara menyeluruh dari warna yang pudar, sekaligus menguji ketahanan terhadap gosokan.


sumber: britannica.com

id_IDID