Kategori
Transport

Cara Tepat Merawat Kursi Transportasi Sesuai Kebutuhan Penggunaannya

Sama seperti berbagai benda yang ada di dunia, kain yang digunakan untuk melapisi kursi kendaraan juga membutuhkan perawatan berkala yang tepat demi mencegahnya dari kerusakan. Langkah paling mudah yang dapat dilakukan tentu saja dengan membersihkannya secara teratur. Namun, perlu diingat bahwa kebutuhan setiap kain transportasi berbeda-beda tergantung pada penggunaannya. Hal ini juga berkaitan dengan bahan pembentuk kain tersebut, medan yang telah dilalui, dan berbagai faktor lain pada saat digunakan.

Pandemi Covid-19 yang sempat melanda beberapa saat lalu juga membuat standar perawatan kain transportasi menjadi meningkat. Kebersihan tidak lagi menjadi satu-satunya faktor yang diperhatikan dalam proses perawatan, melainkan juga sterilisasi dari virus dan kuman yang beresiko membahayakan kesehatan. Tentunya, hal ini merupakan langkah yang bagus bagi para penumpang, sebagai pengguna transportasi umum. Namun, apakah langkah-langkah tersebut wajib dilakukan oleh para pemilik kendaraan pribadi?

kursi transportasi

Perawatan kain pelapis kursi transportasi umum

Setiap moda transportasi umum tentunya memiliki standar tersendiri dalam melakukan perawatan bagi kain pelapis kursi mereka. Setelah pandemi Covid-19, standar perawatan ini menjadi meningkat. Terdapat dua kategori dalam perawatan kain pelapis kursi pada transportasi umum, yaitu:

  • Cleaning sebagai proses membersihkan kain dari debu, kotoran, atau noda dari permukaan kain guna merawat penampilan kain dan memperpanjang masa pakai dari kain itu sendiri.
  • Disinfection yang bertujuan untuk membunuh kuman, bakteri, atau jamur yang dapat mengakibatkan infeksi dan menyebarkan penyakit.

Kedua metode ini dapat dilakukan hanya dengan sabun dan air, pemutih, atau uap. Namun, tidak semua bahan cocok hanya dengan cara ini. Karena itu, prosesnya juga perlu memerhatikan bahan yang digunakan dan dilakukan dengan hati-hati bergantung pada hal tersebut.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah melakukan pembersihan reguler dengan air dan sabun. Setiap bahan yang digunakan untuk kain pelapis kursi perlu dibersihkan dengan air dan sabun terlebih dahulu. Hal ini akan membuat kain tetap terlihat bagus dalam waktu lama juga menjadi dasar sebelum memasuki tahap-tahap perawatan berikutnya. Tentunya, kadar air dan sabun yang digunakan juga perlu dipertimbangkan agar tidak muncul bau apak setelah perawatan selesai dilakukan.

kursi transportasi

Selain membersihkan dengan air dan sabun, proses vacuum secara teratur juga penting untuk dilakukan. Hal ini akan membantu membersihkan kain dari debu dan kotoran yang membandel dan terselip di sudut-sudut yang sulit dilihat. Proses ini akan membuat kualitas kain tetap terjaga dan membuat pemakaiannya menjadi tahan lama. Selain itu, ini juga mencegah adanya resiko kesehatan bagi para pengguna, utamanya bagi mereka yang alergi dengan debu.

Untuk proses pembersihan lebih lanjut, dapat dilakukan juga proses deep cleaning mengunakan uap atau dengan cara dry clean. Bahan seperti polyester dapat dibersihkan dengan kedua cara tersebut maupun dengan menggunakan mesin cuci selama bahannya tidak mudah rusak atau robek. Sementara itu, kain dengan bahan polypropylene tidak dapat dibersihkan dengan cara-cara tersebut, tetapi dapat dibersihkan menggunakan cairan pemutih atau pembersih untuk kain.

Di tahap selanjutnya, proses disinfection dapat dilakukan dengan menyemprotkan disinfektan di sepanjang permukaan kain. Ini menjadi protocol baru yang banyak digunakan setelah pandemi Covid-19 melanda. Proses ini membuat kain pelapis kursi tidak hanya bersih, melainkan juga menghilangkan kuman atau bakteri yang menghindarkan pengguna dari resiko penyakit.

Perawatan kain pelapis kursi pada kendaraan pribadi

Pada kendaraan pribadi, tentunya tidak ada protokol atau standar khusus yang harus ditaati dalam proses perawatan kain pelapis pada kursinya. Karena itu, proses membersihkan kain menjadi sesuatu yang wajib dan harus dilakukan secara teratur agar umur pemakaian dapat bertahan lama.

Salah satu hal kecil yang dapat dilakukan adalah membersihkan noda secepat mungkin setelah noda tersebut muncul. Misalnya, ketika ada noda yang muncul dari makanan atau minuman yang tumpah, maka noda harus segera dibersihkan dengan air atau cairan pembersih agar tidak membekas dan mengganggu penampilan.

Setelah itu, proses pembersihan menggunakan air dan sabun juga wajib dilakukan secara teratur, bisa dalam waktu mingguan maupun bulanan. Sama seperti pada transportasi umum, proses ini dapat dilakukan dengan kadar air dan sabun yang cukup agar tidak meninggalkan bau apak. Apabila masih ada noda yang tertinggal, maka proses ini memungkinkan Anda untuk membersihkan noda dengan lebih cermat dan menyeluruh. Hal ini dapat dilakukan baik untuk mobil atau sepeda motor. Namun, karena kursi sepeda motor lebih terekspos, maka akan lebih baik bila Anda juga menyiapkan penutup untuk kursi setelah Anda selesai membersihkannya.

Sementara itu, Anda dapat lebih sering membersihkan kain dengan vacuum. Pembersihan menyeluruh terhadap transportasi umum cukup sulit mengingat ia digunakan oleh banyak orang setiap waktu. Namun, hal ini tidak akan menjadi masalah bagi kendaraan pribadi yang intensitas penggunaannya jauh lebih dapat diatur dan diprediksi. Di sela-sela penggunaan, pengguna juga dapat membersihkan kain dengan vacuum cleaner mini atau menggunakan cairan pembersih. Untuk proses disinfection sendiri, kendaraan pribadi tidak wajib melakukan proses tersebut karena penggunaannya tidak digunakan secara massif oleh banyak orang. Pengguna jugalah yang paling tahu kondisi tubuhnya apabila menaiki kendaraan mereka. Namun, tentunya proses ini dapat membuat pengguna lebih aman dari bahaya penyakit yang mungkin disebabkan oleh debu, jamur, maupun bakteri yang tertinggal pada kain.