Our website is coming soon! We’ve got a new look, full of features and customize solution to meet all of your fabrics manufactures needs. Meanwhile feel free to interacts with our social networks and contract below, Don’t Miss it!

Asal Mula Kain Moquette (Bagian 1)

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Moquette merupakan jenis kain yang awet, berbahan dasar mirip wol yang kerap dipakai sebagai pelapis transportasi di seluruh dunia.

Berasal dari kata Prancis yang berarti ‘karpet’, moquette telah dikenal oleh jutaan pengguna transportasi umum seperti bis, kereta, tram, maupun bis listrik selama lebih dari 100 tahun.

Diproduksi dengan mesin tenun dan menggunakan teknik tenun jacquard, ketebalannya terdiri dari sekitar 85% wol dan 15% nilon.

Moquette dipilih sebagai pelapis transportasi umum karena dua faktor. Pertama, tahan lama dan awet. Kedua, warna serta permukaannya sanggup menyamarkan noda dan sobekan. Serta yang terpenting adalah menjadi pilihan yang mudah dan praktis untuk diproduksi secara massal.

Sampel Moquette ‘Lozenge’, diproduksi ulang pada tahun 1990 yang dulunya pernah digunakan sekitar tahun 1920-1930 pada bis, tram, dan bus listrik.

Moquette Pertama

Moquette pertama kali dipergunakan untuk transportasi umum di London pada tahun 1920-an dimana motifnya dirancang secara pabrikan.

Motif moquette pertama kali dikenal dengan ‘Lozenge’, dibuat tahun 1923 oleh Fifth Furnishings Ltd. mengikuti gaya busana untuk dekorasi rumah dan gaya art deco pada waktu itu.

Kreasi Transportasi di London

Seiring dengan penemuan transportasi di London pada tahun 1930-an, seorang CEO bernama Frank Pick dengan stafnya, Christian Barman memberi tugas bagi para seniman maupun perancang ternama untuk menciptakan motif yang stylish dan kontemporer bagi sistem transportasi di ibukota.

Di bawah arahan Pick, desain menjadi kunci untuk memproduksi dan meningkatkan mutu sistem transportasi umum.

Pada saat itu juga moquette telah berubah dari sekedar dudukan nyaman menjadi sebuah ikon desain.

Perancang tekstil seperti Enid Marx, Marion Dorn, dan Paul Nash ditugasi oleh transportasi London untuk memproduksi kain moquette yang eksklusif.

Karya seni: gambar sket untuk desain moquette oleh Enid Marx (1945)


Geometris serta kontemporer, tampilan motif-motif baru ini berbeda jauh dengan motif floral yang pernah diproduksi sebelumnya. Motif daun pada moquette dikenalkan pada tahun 1940-an.

Hasil desain ini diterapkan untuk berbagai jenis bis maupun bis listrik selama periode ini dan diharuskan berfungsi dengan baik di bawah sinar matahari maupun cahaya buatan.






en_USEN