Our website is coming soon! We’ve got a new look, full of features and customize solution to meet all of your fabrics manufactures needs. Meanwhile feel free to interacts with our social networks and contract below, Don’t Miss it!

Mengenal Kain Jacquard: Seluk-beluk dan Pembuatannya

Share

Apa itu kain jacquard?

Kain jacquard merupakan jenis kain woven dari mesin tenun Jacquard, mesin tenunnya sendiri ditemukan oleh pengrajin tekstil asal Perancis bernama Joseph Marie Jacquard pada tahun 1804. Kain woven jenis ini punya ciri khas dengan motif kompleks yang ditenun langsung pada kainnya. Sehingga, setiap kain dengan motif woven memiliki kemiripan dengan jacquard, namun secara teknis, hanya kain woven dengan mesin tenun Jacquard-lah yang dapat dianggap sebagai contoh asli dari kain ini.

Umumnya dijadikan sebagai benda pajangan ornamental, jacquard juga merupakan kain yang cukup awet dan berbobot berat, dan memungkinkan jika dalam proses tenunnya menggunakan aksen berbahan wol atau materi awet lainnya. Kain ini jarang dipakai untuk kain pakaian kasual karena kompleksitasnya dan harganya yang mahal.  Kain ini merupakan materi yang idaman untuk aksesori rumahan seperti tirai, sarung bantal, maupun pelapis furnitur.


kartu pons pada mesin jacquard pertama: lembaran kertas kaku yang berisi pola/ perintah untuk mengendalikan pengoperasian mesin otomatis

Sejarah kain jacquard

Sebelum penemuan mesin tenun Jacquard, proses tenun kain ornamental yang kompleks seperti brokat dan sutera amat memakan waktu. Sehingga kain-kain tersebut harganya sangat mahal dan hanya dapat dijangkau oleh kaum elit.

Namun, pada tahun 1804, sudah ada beragam mesin yang membuat proses tenun motif kompleks pada kain yang lebih mudah. Dipelopori oleh para investor  terdahulu seperti Basile Bouchon, Jean Baptiste Falcon, dan Jasques Vaucanson, Joseph Marie Jacquard yang menyempurnakan mekanisme proses produksi pola tenun sehingga berkaitan langsung dengan mesin tenun yang ada sekarang ini.

Sebagai contoh awal mula tentang mesin yang dioperasikan dengan kartu pons, para produsen tekstil “memprogram” mesin tenun Jacquard utnuk memprodukai motif tertentu dengan cara menyusun rangkaian kertas berlubang. Mesin tenun Jacquard modern membuat motif dengan program komputer ketimbang rangkaian kertas, akan tetapi desain kartu berlubang yang asli dirancang oleh Joseph Marie memiliki peran penting dalam perkembangan keilmuan elektro komputer sebagai sumber inspirasi untuk Charles Babbage.

Kemudian, tokoh statistika dari AS, Herman Hollerith menggunakan variasi teknologi kartu pons mesin Jacquard untuk mengumpulkan hasil dari sensus tahun 1890. Kartu pons tetap menjadi mekanisme utama dalam mengoperasikan elektro komputer hingga penemuan input digital selama pertengahan abad ke-20. Tanpa mesin tenun temuan Joseph Marie jacquard, mustahil bisa memahami bahwa ilmu elektro komputer dapat memproduksi teknologi bermanfaat.

Sepanjang awal 1800-an, metode kartu pons mesin tenin Jacquard begitu didambakan dan menyaingi perusahaan-perusahaan tekstil yang umumnya meniru desain satu sama lain. Praktisnya, mesin tenun Jacquard secara besar-besaran memangkas biaya pembuatan kain woven yang kompleks dengan tujuan agar masyarakat kelas menengah dapat membeli produk seperti sutera, brokat, dan jenis-jenis kain mewah lainnya untuk pertama kalinya.

mesin tenun jacquard modern yang digunakan di manufaktur tekstil hingga saat ini

Kain jacquard masa kini

Mesin tenun Jacquard telah mengalami perkembangan pesat selama bertahun-tahun. Para produsen tekstil  sudah tidak lagi mengoperasikan mesin tenun dengan rangkaian kartu pons, melainkan dioperasikan dengan program komputer. Disebut sebagai mesin tenun Jacquard terkomputerisasi, mesin tekstil canggih mengurangi keterlibatan manusia, membuat proses tenunan Jacquard menjadi semakin efisien dan efektif dari segi biaya.

Selama dekade terakhir, kain Jacquard sudah jarang digunakan sebagai kain sandang. Meskipun begitu, kain dekoratif ini lebih populer untuk sektor perlengkapan rumah, dan kebanyakan furnitur mewah biasanya memakai kain pelapis Jacquard. Aplikasi urutan kedua yang paling sering untuk perlengkapan rumah seperti gantungan atau tirai maupun sarung bantal. Di saat kain ini dianggap lebih murah untuk diproduksi dengan hadirnya mesin tenun jacquard terkomputerisasi, kain jacquard mempertahankan reputasinya dengan kelas menengah ke atas hingga saat ini.

Bagaimana cara membuat kain jacquard?

Produsen tekstil membuat kain jacquard dengan menggunakan mesin tenun Jacquard. Dimana proses tenun kain memakai mesin ini begitu universal, maka memungkinkan untuk membuat kain ini dalam ragam jenis serat kain yang berbeda. Berikut adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk memproduksi kain jacquard:

1.     Mengumpulkan bahan tekstil
Metode yang berbeda digunakan untuk mengumpulkan tiap jenis bahan tekstil di pasaran. Sebut saja katun, terbuat dari gumpalan serat empuk yang mengelilingi biji katun. Wol, dengan kata lain, didapatkan dengan menggunting hewan berbulu wol. Produsen tekstil membuat serat sintetik dengan campuran petroleum, selulosa, atau komponen lain untuk pemanasan dan beragam proses kimiawi.

2.     Pemintalan menjadi benang
Begitu serat dasar tekstil sudah diproses, produsen akan memintalnya menjadi benang. Bisa saja untuk pemintalan benang bervariasi menurut pilihan ketebalannya, salah satu contohnya, produsen kain melanjutkan benang untuk diproses setelah pemintalan untuk meningkatkan ketahanan atau tahan panas. Umumnya benang tekstil diproses celup.

3.     Memprogram mesin tenun komputer
Demi mendapatkan jenis benang yang diinginkan, produsen akan memilih program untuk mesin Jacquard. Ada ribuan motif tenun yang berbeda untuk mesin Jacquard komputer ini, dan sangat memungkinkan untuk membuat motif baru. Memilih program bertujuan untuk mempersiapkan mesin Jacquard dalam menenun benang menjadi motif tertentu.

4.     Memasukkan benang ke dalam mesin tenun
Mesin Jacquard yang modern dan terkomputerisasi umumnya memasukkan benang ke dalam alat khusus yang terletak di bagian tengah atap mesin. Mesin Jacquard kemudian akan merangkai benang ini menjadi jaring kompleks saat diproses menjadi motif yang diinginkan. Beberapa mesin Jacquard mampu dalam menenun beberapa lembar kain sekaligus.

5.     Membawa kain untuk proses treatment lanjut
Di sebagian tempat, produsen hanya mencelupkan kain finish. Umumnya, produsen tekstil membawa seluruh kain finish untuk diproses dengan zat kimiawi agar menambah ketahanan kain (dan terhadap panas).

gambaran tahap pembuatan kain jacquard

Bagaimana kain jacquard digunakan?

Kebanyakan kain yang memiliki motif woven kompleks termasuk kain jacquard. Sedangkan ada beberapa sub-tipe yang berbeda dari kain ini, namun setiap jenisnya digunakan untuk keperluan yang sama. Di zaman sekarang, jacquard sering digunakan sebagai kain gantungan dan tirai, namun tak jarang juga digunakan sebagai sarung bantal.

Kadang kala, beberapa produsen menggunakan jacquard untuk pakaian formal laki-laki dan perempuan termasuk gaun ornamental dan jas bermotif. Maka sangat memungkinkan juga untuk menemukan jacquard sebagai blus dan gaun informal.

Penggunaan non-apparel lainnya dari jacquard seperti sarung bantal dan pelapis sofa. Biasanya dikenakan untuk furnitur yang ornamental dan mewah, jarang digunakan untuk kursi dan sofa sehari-hari, kain jacquard juga memberikan aura yang elegan untuk memberi kesan eksklusif dibandingkan dengan furnitur pada umumnya.

Kursi dengan lapisan kain jacquard, kerap digunakan untuk furnitur ornamental dan mewah

sumber: sewport.com

id_IDID